Tragedi “Sual” di #Oblongmerahmuda Malang

sbi fm bojonegoroDi Base Came Blogger Bojonegoro sudah ada Mas Faun yang daritadi menunggu Aylla, Dedek dan Mas Arif pulang ngampus. Aylla pulang dulu karena barang-barang dan perlengkapan semuanya ada dirumah. Lalu berangkatnya Aylla dijemput mas Arif yang sekalian beli snack dan minum di Indomart deket rumahnya Ay. Sampai di Base Came Blogger Bojonegoro, Dedek sudah ada di depan pintu dan menyuruh Mas Arif buat balik dan menjemput Om Praw dirumahnya. Ketika Mas Arif menjemput Om Praw, ada sesuatu yang selalu mengganjal hatiku, galau dan bimbang mewarnai hatiku saat itu. Dan setelah lama aku memikirkan kenapa Ay bimbang. Ternyataaaaaaaaaaaaa… Oh tidakkk!! Tiket Kereta Apinya ketinggalan di Tas hitam yang tak pake kulih tadi. Huhft!!

Hati sudah dag dig dug gak tenang. Mas Arif juga belum datang-datang dan waktu pun telah menunjukkan pukul 12.00 siang. Para jamaah shalat Jum’at pun telah berbondong-bondong pergi ke masjid. Sambil nunggu mas Arif datang, Ay sholat Duhur dulu. Semua pada menggugupiku untuk segera mengenakan jilbab merah dan segera pulang mengambil Tiket kereta yang ketinggalan di Tas. Waktu sudah menunjukkan Pukul 12.20, semua gugup mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang akan di bawa ke Malang. Kecuali Mas Faun, yang daritadi sibuk di On Line di depan Komputer.

Sampai dirumah, Ay langsung menuju ke kamar masuk lewat jendela karena pintu depan dikunci dari dalam. Dengan sigap dan cekatan Ay lari dan dengan sesegera mungkin mengambil Tiket di dalam Tas Hitam berhiaskan renda warna putih dan pita hitam di atasnya. Langsung lari keluar hup hup hup. Dengan nafas terengah-engah dan sesegera mungkin menaiki motornya Mas Arif. Langsung menuju ke Stasiun kereta api Bojonegoro, dan disana telah ada Om Praw yang menunggu daritadi, waktu telah menunjukkan pukul 12.35, kurang 5 menit lagi kereta akan meluncur. Aku dan Om Praw tadinya sich nyantai-nyantai aja, tapi ada seorang laki-laki paruh baya yang berkata kalau sebentar lagi keretanya akan segera jalan. Beliau malah membuatku gugup, apalagi Ay tak tahu apa-apa tentang kereta api. Karena waktu itu adalah pertama kalinya Ay naik kereta api. Selang beberapa menit, mas Arif dan Dedek memunculkan batang hidungnya di stasiun. Lalu dimana Mas Faun?? Kata Mas Arif dan Dedek, Mas Faun ganti Celana dulu. Huhfttt!! Dalamm keadaan segenting ini masih aja menyempatkan diri untuk mengganti celana. Nah looooo… sudah pukul 12.40, Om Praw langsung menyuruh Aylla, Dedek, Farid, dan Mas Arif untuk segera memasuki kereta, dan Om Praw menunggu mas Faun di bawah. Belum sempat Ay menemukan tempat duduk yang kosong, Kereta pun telah berjalan, seketika itupun Ay kaget dan gugup. Bagaiman Om Praw? Bagaimana Mas Faun?

Dedek berusaha menghubungi mereka melalui Ponsel. Ternyata Om Praw sudah naik kereta dan berada di belakang. Lalu Mas Faun? Haa!! Ternyata dia tetinggal di stasiun.

Untuk lebih jelasnya menunggu konfirmasi dari Om praw tentang kronologi kejadian terjadinya tertinggalnya Mas Faun, karena Om Praw lah yang tahu dengan jelas kejadian yang sebenarnya. Selang beberapa lama, Om Praw datang dan bercerita mengenai Tertinggalnya Mas Faun di Stasiun kereta tadi. Berawal dari pernyataan Mas Arif, ketika di basecame ganti celana pendek dan mas Faun pun ikut-ikutan ganti, tapi Mas faun itu tak mau bergegas, padahal waktu keberangkatan kereta kurang 5 menit. Mas Arif, Dedek, dan Farid pun langsung bergegas menuju ke stasiun, dan menyuruh Mas Faun untuk segera menyusul. Aylla dan Om Praw yang sudah daritadi menunggu pun segera memasuki stasiun lalu langsung menaiki kereta api. Sedangkan om Praw berusaha menelpon Mas Faun dan menyuruhnya langsung masuk. Karena semua tiketnya sudah dibawa, dan Om Praw telah mengetakan kepada Petugas kalau jika ada temannya masuk disuruh langsung masuk saja karena Tiketnya sudah di Bawa Om Praw semua. Om Praw menelpon Mas Faun dan segera menyuruhnya masuk, seketika itu Kereta pun perlahan-lahan melaju ke depan tanpa tahu kalau ada yang tertinggal di seberang sana. Sesegera Mungkin Om Praw mengejar Kereta yang telah berjalan dan segera menaikinya. Mas Faun yang di telpon dan disuruhnya untuk masuk malah bertanya “Dimana tempat tiketnya?” Gubraaaaaaaaaaaaakkk!! Capek deeeeeeeecch!! Akhirnya keretapun menjauh dari stasiun dengan meninggalkan Mas Faun yang tertinggal di stasiun.

Ketika Ay tahu kalau Mas Faun tertinggal di Stasiun, yang Ay pikirkan adalah “Bagaimana Ekspresi Wajah Mas Faun ketika dia tahu kalau Kereta yang akan dia naiki telah berjalan menjauh meninggalkan dirinya dengan suara tuuuuuuuuuuuutt… tuuuuuuuuttt….tuuuuuttt….??!!” Inilah cerita diawal keberangkatan anggota Blogger Bojonegoro menuju kota Malang untuk mengikuti acara ulang tahun Blogger Ngalam yang bertemakan “#OBLONGMERAHMUDA”. Diawali dengan tertinggalnya Mas Faun goro-goro ganti sual!!!

Hikmah yang bisa di ambil dari kejadian ini adalah :

  • Jangan On Line Ketika Akan bepergian, Karena Mas Faun sibuk dengan komputernya, maka dia tak peduli dengan waktu keberangkatan kereta.
  • kalau pakai kendaraan umum, jangan berangkat dari rumah terlalu mepet dengan jadwal keberangakatan transportasi yang kita naiki.
  • Supaya bisa milih tempat duduk yang nyaman di kereta api ekonomi, lebih baik berangkat lebih awal supaya bisa memilih tempat duduk.
  • Jangan ganti sual ketika waktu sudah sangat mepet ketika akan menaiki transportasi umum.

*Sual (Bahasa jawa) = Celana pendek

Oleh : Nur Lalila

Baca Juga Dari Penulis

Comments

Loading...