Sinergi Antara Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

Dengan banyaknya SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Bojonegoro kita bisa memaksimalkannya untuk mengelola SDA(Sumber Daya Alam) yang ada di Bojonegoro. Kita telah melihat dan mendengar tentang SDA yang ada di Bojonegoro, terutama minyak dan gas (migas), seringkali membuat masyarakat menaruh harapan besar. Hal ini turut mengundang perhatian publik, tidak hanya ditingkat Nasional namun juga di skala Internasional.

Dulunya Bojonegoro terkenal dengan Wisatanya Kayangan Api. Kayangan Api adalah wisata alam yang apinya tak kunjung padam yang terletak di kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan sekitar 42,29% dari luas desa. Cerita zaman dahulu, Kayangan Api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pandhe berasal dari kerajaan Majapahit.

Di sebelah barat sumber api terdapat kubangan lumpur yang berbau belerang dan menurut kepercayaan saat itu Mbah Kriyo Kusumo masih beraktivitas sebagai pembuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti keris, tombak, cundrik dan lain-lain. Sumber Api, oleh masyarakat sekitarnya masih ada yang menganggap keramat.

Konon katanya Api tersebut hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan/wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo.

Ok . . .  kita kembali ke pokok bahasan, setelah kita membaca sedikit ulasan tentang wisata yang ada di Bojonegoro pasti kalian semua sudah tahu Potensi Alam yang dimiliki oleh Kampung Halaman kita salah satunya yaitu, Sumber Minyak & Gas (Migas).

Telah banyak Penemuan-penemuan ladang migas yang terus semakin bertambah di Jatim, salah satu temuan terbesar, yakni Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Blok Cepu mengandung cadangan Migas sebesar 7,7 triliun kaki kubik minyak bumi atau setara 650 juta barel. Total potensi minyak di Jatim yang sudah diketahui 583.475,5 juta barel, sedangkan gas bumi 10.301,7 miliar meter kubik.

Hal ini membuktikan bahwa Bojonegoro ikut andil dalam Sumber Daya Alam dengan memiliki Cadangan Minyak terbesar ketiga Se-Jatim hebat bukan.

Dengan ini diharapkan adanya blok-blok baru yang dapat menarik investor di bidang ekplorasi dan eklpoitasi migas. Dengan adanya investor yang mengerjakan ekploitasi atau pun eksplorasi dapat menambah kesedian migas yang ada di Jatim dan Indonesia.

Eeiiiitsss . . . tapi tunggu dulu mungkin ada benarnya dengan adanya ekspolitasi dan eksplorasi luar negeri migas yang ada di Bojonegoro dapat menambah kesediaan migas yang ada di Jatim. Namun apa salahnya jika kita sebagai anak asli Bojonegoro dapat mengelola sendiri SDA yang kita miliki dengan meningkatkan SDM yang ada di Bojonegoro. Telah ada upaya Pemerintah Bojonegoro untuk meningkatkan mutu SDM upaya yang dilakukan dengan adanya sekolah menengah kejuruan yang memiliki jurusan Migas.

Setelah sukses dengan menerapkan Sekolah yang memiliki jurusan Migas saat ini Pemerintah telah mengembangkan dunia pendidikan yang bekerjasama dengan Kampus Politeknik Negeri Malang telah mendirikan Pendidikan Vokasi yaitu Akademi Komunitas Poltek Bojonegoro yang bertujuan mengembangkan pendidikan vokasi jangka pendek (D 1 dan D 2) dan Memperluas akses pendidikan tinggi di daerah dan meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). Dengan program studi yang telah dibuka ada enam program studi antara lain teknologi pengolahan hasil pertanian, teknik pertambangan, teknik informatika, teknik mesin otomatif, pariwisata dan komputer akutansi.

Ini telah membuktikan bahwa pemerintah Bojonegoro ingin mendongkrak kualitas dan kapabilitas generasi muda Bojonegoro untuk mampu memenangi persaingan di dunia kerja dan bisa mengambil peran dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Untuk itu marilah kita membuktikan bahwa rakyat Bojonegoro itu BISA . . .  maksudnya bisa yaitu dalam hal, dapat mengikuti perkembangan zaman dan semoga dapat mengelola sendiri hasil SDA daerah yang kita miliki dengan orang – orang yang luar biasa. Salah satu bukti bahwa Bojonegoro bisa yaitu salah satu orang nomor 1 se-Bojonegoro kemarin telah mendapatkan anugerah yang sangat membanggakan bagi kota Bojonegoro dan juga kado manis untuk kota tercinta Bojonegoro telah mendapatkan The Winner Sustainable Development Inisiative award in APEC 2013 adalah program sistem paving jalanan desa berbasis masyarakat dan mendapatkan hadiah 300 juta.

Baca Juga Dari Penulis

Comments

Loading...