Logat Bahasa Orang Bojonegoro Yang Unik

“Kulhu ae Lek kesuen…” mungkin kalian pernah atau bahkan sering mendengar kata-kata tersebut? ya kata-kata unik tersebut berasal dari Bojonegoro loh yang di populerkan oleh KH. Anwar Zahid ulama yang unik dan disegani tersebut.

Bojonegoro adalah kabupaten kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten ini memiliki keunikan tersendiri di banding daerah lainnya. Selain terkenal dengan sebutan Kota Ledre kini juga mulai disebut Kota Minyak karena ditemukan sumber minyak dan gas yang melimpah.

Dalam segi bahasa masyarakat Bojonegoro menggunakan bahasa “BOJONEGOROAN” yang merupakan dialek asli bahasa Jawa Bojonegoro. Orang dari luar Bojonegoro mungkin beranggapan masyarakat Bojonegoro menggunakan bahasa Jawa pada umumnya, tapi ternyata memiliki beberapa perbedaan kosakata tersendiri.

Bahasa Jawa memiliki beberapa dialek dan sub dialek yang lumayan banyak, seperti bahasa Jawa Tegal, bahasa Jawa Banyumasan, bahasa Jawa Cirebon, bahasa Jawa Banten, bahasa Suroboyoan dan tentunya yang dibahas disini bahasa Bojonegoroan.

Berikut percakapan bahasa Bojonegoroan :

Koko : Mas, jarene ape neng pasar Bojonegoro ? Nek iyo, aku titip.
Samiran : Nitip opo i ?
Koko : Tulung tukokno sepatu.
Samiran : Sepatu ? Lha we’em sing mbok nggo dhek ingi neng endi ?
Koko : Wis bedhah kabeh, nggon taline bujat gak kenek didandani
Samiran : Rega larang ra popo to ?
Koko : Ra masalah. Karepem mileh sing piye modele, sing penting warnane puteh.
Samiran : Nek gak enek puteh ?
Koko : Karepem, ape mbok pilihno sing werno liyane yo ra popo, sing penting gak luwehe satus ewu.

Terlihat berbeda bukan dengan bahasa jawa pada umumnya? ya percakapan tersebut terlihat unik dan lucu bagi orang luar Bojonegoro yang mendengarnya.

Ada beberapa kosakata yang hanya ada pada bahasa Bojonegoroan :

1. “NEM” – bahasa “nem” ini berarti kamu atau menggantikan kata milik kamu. Contoh : “Iki lho bukunem gak mbok petil?” ~ “ini lho bukumu tidak kamu ambil?”

2. “PETIL” – kata kerja yang berarti mengambil, contohnya seperti nomor 1.

3. “NJUNGOK” – kata kerja yang berarti duduk,

4. “BUWOH” – kata kerja yang berarti menghadiri undangan pernikahan atau acara besar lain

5. “DAMONI” – kata kerja yang berarti meniup atau menghembuskan udara ke minuman yang masih panas

6. “LEBI” – kata kerja yang berarti menutup, contohnya menutup pintu.

7. “JENGKLONG” – kata lain dari nyamuk

8. “MBEDIDING” – kata yang menjelaskan tentang perasaan takut akan ketinggian

9. “MBADOG” – kata kerja yang berarti makan (bahasa kasar)

10. “JUNGKAT” – kata benda yang berarti sisir

11. “JANDOM” – kata kerja yang berarti ngobrol bersama sama orang banyak

12. “THEREK THEPLENG” – kata sifat yang menjelaskan tentang barang yang berjajar jajar dan berbaris berurutan

13. “NAYOH” – kata sifat yang berarti terlalu mudah, enak atau nyaman melakukan sesuatu/kegiatan

14. “NDAWAK” – kata sifat yang berarti banyak omong kosong atau berbohong

15. “MBOYAK” – kata sifat yang menyatakan ketidakpedulian terhadap sesuatu yang menimpa dirinya atau orang lain.

16. “GENYO” – kata lain yang berarti “KENAPA?”

17. “LESU” – kata kerja yang berarti lapar

18. “SICOK” – kata lain (pengucapan) yang berarti “SATU” atau SITOK

19. “MENYOK” – kata benda untuk menyebut SINGKONG atau ketela pohon.

20. “WES BAR” – kata kerja yang menyatakan pekerjaan kita telah selesai dikerjakan.

21. “Iyo Leh” – kata lain ganti berarti “iya kan”.

22. “MATOH” – kata ganti yang berarti “Bagus”.

22. “KEROPAK” – kata benda berarti “tempat pensil”.

23. “KECER” – kata kerja yang berarti “benda jatuh”

Sebenarnya masih banyak lagi beberapa kosakata yang khas logat orang Bojonegoro, tapi yang disebut diatas merupakan yang umum pada masyarakat Bojonegoro yang digunakan sehari-hari.

Bahasa Bojonegoroan juga dituturkan di beberapa Kabupaten tetangga sekitar Bojonegoro atau bekas karesidenan Bojonegoro, seperti wilayah Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Blora dan sebagian Kabupaten Ngawi.

Sebuah Bahasa Merupakan Jati Diri Suatu Tempat Yang Membedakan Dengan Daerah Lain

Penulis : Danang Dirgantara

Baca Juga Dari Penulis

2 Komentar

  1. Kang Parlan berkata

    Biti = tinju, porak = biarin, slepo = tempat tembakau dan klobot yg bida dibawa2 di kantong buat membuat lintingan rokok,

  2. eddy wibowo berkata

    Bento = gila..ndahneyo = seandainya..jemberen = merasa benci..gawok = benci..kata2 makian seperti cek i, petak i,matanem wi ye..dan masih bnyak lgi kata2 yg unik dri bhsa jonegoroan..bangga terlahir di bumi angling dharma.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.