Lailatul Qadar, berburu Makna Cinta dan Kebahagiaan

Dalam ceramahnya Kang Yoto mengajak seluruh jamaah sholat Isya’ dan Terawih masjid ISTIQLAL Jakarta, agar senantiasa selalu mengikuti jalan yang lurus serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT, karena barang siapa yang mengikuti jalan Allah maka orang tersebut tidak akan susah hidupnya dan tidak akan ada rasa takut setiap melakuka aktifitas, seperti yang tercantum di dalam surat Al-Baqoroh Ayat 38.

Di dalam surat Al Jum’ah Ayat ke 2, Allah SWT melukiskan jiwa-jiwa yang mengubah dirinya melalui 3 tahapan penting, tahapan yang pertama adalah TILAWAH dengan cara membaca dan menemukan hal menggerakkan Darial-Quran.

Tahap kedua adalah tahapan membersihkan diri TAZKIYAH pelajari Al-Quran dengan niat suci mencari jalan hidup yang membahagiakan, bukan kebencian dan kesombongan.

Tahapan yang ketiga adalah Ta’allumil Kitab Walhikmah belajar isi Al-Quran dan berbagai hikmah. Jadi jiwa masih susah dan masih gundah gulana sebenarnya masih dalam kegelapan atau Fiidzolhalimmubin. Apabila keadaan hati kita masih seperti ini maka tidak akan mendapatkan hikmah dan kebaikan atas perbuatan yang dilakukan.

Dalam pancasila tepatnya di sila keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan , bukan kerakyatan yang dipimpin oleh kebencian dan kemarahan, dipimpin hikmat kebijaksanaan itu dia harus bisa bermusyawaroh, maka apabila orang yang berkerumun hanya untuk berdebat maka orang tersebut tidak bisa membuka hati dan membuka pikiran dalam menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi, maka suatu problem atau permasalahan apabila di selesaikan dengan hikmat kebijaksanaan dan di tambah musyawaroh maka yakinlah permasalah tersebut akan terselesaikan dengan mudah, ujar Kang Yoto.

Sarat masyarakat dapat tumbuh dengan cepat maka suatu kelompok harus memiliki 3 niat, niat yang pertama adalah niat untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik, yang kedua adalah adanya niat memahami kompleksitas dan tidak menempuh jalan pintas, yang ketiga adalah adanya niat untuk berdialog satu dengan yang lain.

Apabila 3 niat tersebut bisa dilakukan maka masyarakat akan bisa tumbuh dan tercerahkan, mengapa seperti itu karena semangat yang diperoleh bukan hanya semangat menyadarkan melainkan semangat saling menghormati satu dengan yang lain, ungkap Kang Yoto.

Dalam kesempatan tersebut Kang Yoto mengajak seluruh jamaah Isya’ dan Terawih disisa 10 hari terakhir ,untuk mengejar moment moment yang positif, mengubah rasa kebencian dalam hati menjadi rasa kasih sayang dan saling memiliki serta menghormati, agar apa? agar hati kita mendapatkan pencerahan dan mendapatkan hal yang luar biasa di dalam hidup kita.

Terakhir Kang Yoto bercerita tentang pengalaman hidupnya, Kang Yoto selama menjabat Bupati Bojonegoro selalu mengingat dan membaca salah satu ayat didalam surat Yasin Ayat 12 yang berbunyi sesungguhnya Allah akan menghidupkan orang yang sudah mati dan kami tuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas bekas yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata.

Mengapa itu dilakukan ,karena agar bisa mengingatkan dan membatasi dirinya dalam setiap mengambil kebijakan kebijakan untuk kepentingan rakyatnya, karena dari kebijkan kebijakan yang diambil akan muncul akibat akibat dari kebijakan tersebut,dan nantinya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT, ungkap Kang Yoto

Oleh : Mahesa

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.