Konsep 4D Festival OGP Bojonegoro 2016

Festival Open Government Partnership (OGP) yang akan diselenggarakan di Gedung baru Pemkab Bojonegoro jl. Panglima Mas Tumapel No.1  Hari Rabu – Kamis, 19 – 20 Oktober 2016 akan menajamkan konsep 4D di Kabupaten Bojonegoro ini.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Jarkom Dinas Kominfo Bojonegoro Bapak Drs. Djoko Suharmanto dalam rapat Persiapan Festival OGP 2016 di Aula Dinas Kominfo Bojonegoro, Rabu, 12 Oktober 2016.

Apa Saja Konsep 4D yang akan diangkat oleh Pemkab Bojonegoro?

1. DIALOG

Dialog merupakan budaya berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat di dalam forum rembug bersama tokoh, perangkat desa dan undangan untuk duduk bersama berkomunikasi menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Display yang akan ditampilkan untuk Dialog ini akan diwakili dari Desa Pejambon, Kec. Sumberrejo dan Desa Margomulyo Kec. Margomulyo.

2. DIRECT

Direct menurut kamus berarti langsung, maksud dari penerapan Direct ini dalam OGP adalah bagaimana Perangkat Desa atau pejabat pemerintahan ikut terjun secara langsung dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang terjadi di wilayah kerjanya. Jadi, Pejabat dan Tokoh Masyarakat ikut andil dan bahu membahu dengan warga menyesaikan tantangan yang dihadapi. Display Desa yang akan mewakili dalam OGP adalah Desa Sedah Kidul Kec. Purwosari, dan Desa Sukoharjo Kec. Kalitidu

3. DISTRIBUTE

Secara kamus artinya mendistrubusikan, membagikan, mengedarkan. Dalam OGP Bojonegoro makna dari Distribute diartikan sebagai pemerataan program pemerintah bagi masyarakat yang dipimpinnya. Semua Tokoh, Perangkat, Pejabat berbagi peran kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan masing – masing. Dalam Festival OGP, Desa yang dijadikan Display adalah Desa Kapas, Kecamatan Kapas Bojonegoro.

4. DIGITAL

Secara harfiah cukup jelas, ini merupakan kata serapan dari kata asing. Peran Digital di Bojonegoro merupakan Bagaimana peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ikut serta mendukung program pemerintah terutama menyediakan data realtime, data yang terbaru serta data Sistem Informasi ikut menunjang perkembangan Pemerintah dan sifatnya terbuka. Tak kalah penting, Peran TIK ikut serta membangun Desa walaupan ada keterbatasan fasilitas signal yang jauh dari jangkauan Jasa Telekomunikasi. Desa yang ditunjuk sebagai display untuk Digital adalah Desa Kedung Sumber, Kec. Temayang. Desa dengan keterbatasan Signal, tetapi sudah bisa mengupayakan desanya mandiri secara digital menggunakan TIK. Selain itu, Diplay Digital diwakili Desa Ngasem Kec. Ngasem dengan Keunggulan Website Desanya yang sudah difasilitasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) dan secara terus menerus update informasinya.

Itulah Konsep 4D yang akan diangkat dalam Festival OGP 2016 Kabupaten Bojonegoro. Konsep itu juga dipertegas dan dipertajam lagi oleh Bapak Alit Saksama Purnamayoga, S.STP yang ikut serta dalam pertemuan persiapan OGP.

Hadir dalam pertemuan tersebut undangan dari unsur Pemerintahan, Unsur Akademisi perwakilan dari AKN Bojonegoro dan SMKN 2 Bojonegoro, Hadir pula dari unsur Komunitas NGO dari Bojonegoro Institute (BI), IdFOS, PRC, Komunitas Blogger dan Relawan TIK Bojonegoro. Dari perwakilah Desa hadir 7 Desa yang akan mewakili display di stand OGP Bojonegoro. Desa Tersebut meliputi, Desa Margomulyo Kec. Margomulyo, Desa Sedah Kidul Kec. Purwosari, Desa Ngasem Kec. Ngasem, Desa Sukoharjo Kec. Kalitidu, Desa Kapas Kec. Kapas dan Desa Pejambon Kec. Sumberrejo.

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.