“Keindahan” Ds. Soko Kec. Temayang Kab. Bojonegoro

aku cah bojonegoroCerita saya awali dengan mengapa saya bisa sampai ke Desa Soko, Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan saya ke daerah tersebut adalah untuk melakukan survei dari salah satu lembaga survei nasional, kebetulan saya sebagai surveyor lembaga tersebut. Bojonegoro merupakan kabupaten tempat kelahiran saya. Jadi saya insyaallah paham dengan daerah tersebut. Itu hipotesis awal saya sebelum terjun benar-benar di lapangan. Kemudian dengan senang hati saya menerima tawaran untuk melakukan survei di daerah itu.

Keesokan harinya (28 Mei 2011) saya pulang ke Bojonegoro (kebetulan sekarang kuliah di Malang) dengan dibekali semangat yang membara karena selain survei, saya bisa sekalian untuk mencium kedua tangan orang tua saya (pulang kampung). Sesampainya di rumah kemudian saya mulai bertanya-tanya dimana alamat desa yang menjadi tujuan survei saya tersebut. Dengan perasaan semangat saya medapatkan jawaban bahwa daerah tersebut berada di tengah hutan bagian selatan Bojonegoro.

Hipotesis awal saya bahwa saya sangat paham dengan daerah Bojonegoro terjawab dengan tanpa ada coretan apapun di kertas jawaban (kosong karena tidak bisa menuliskan dengan kata-kata). Perjalanan menuju daerah tersebut penuh dengan perjuangan baik fisik maupun hati. Dari rumah saya ke jalan aspal yang paling dekat dengan daerah tersebut adalah cukup 30 menit. Tetapi butuh waktu 120 menit untuk sampai Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dengan jalan tanpa setetespun aspal yang menempel. Jalan dengan panjang kurang lebih 10 Km itu hanya berupa batu yang ditata rapi dengan kondisi tidak ada yang rata samasekali. Menguras fisik dan hati karena perjalanan melewati hutan yang hanya terdengar celoteh musik alam. Dan saya dalam keadaan sendirian si atas motor. Dalam hati saya sambil menahan rasa takut “Benarkah ini masih negara Indonesia??”.  Jawabannya terserah anda.

infrastuktur bojonegoro

Ini cerita awal untuk mengawali perjalanan saya menelusuri Desa Soko, Kecamatan Temayang Kabupaten Bojoegoro. Cerita agak memilukan ini semoga bisa menjadi renungan kita bersama. Dengan perkembangan Indonesia yang sampai tahun 2011 ini yang “katanya” sudah lebih maju ternyata hanya isapan jempol belaka. Masih banyak infrastruktur jalan yang masih belum memadai. Sebelumnya minta maaf, Bojonegoro masih dalam lingkup pulau Jawa yang seperti diberitakan lebih maju dibanding pulau lainnya di Indonesia tetapi masih ada kenyataan yang seperti itu.

Oleh: Galih Perdana Putra

Baca Juga Dari Penulis

Comments

Loading...