Jembatan Kasiman Harapan Baru

Kasiman, Jembatan padangan kasiman bagi warga tak hanya menjadi penghubung atau sarana transportasi semata namun ada hal luar biasa yang digantungkan oleh warga di daerah kasiman dan sekitarnya, jembatan ini adalah harapan baru tak sekedar memperpendek jarak tempuh namun juga harapan baru pertumbuhan ekonomi warga.

Linda salah satunya, dia adalah salah satu pengrajin di Dusun Banaran Desa Batokan Kecamatan Kasiman menuturkan dengan adanya ini jembatan ini sedikit banyak berdampak di sektor kerajinan yang ditekuninya saat ini.

Dengan adanya jembatan ini membuat beberapa wisatawan baik lokal maupun luar Bojonegoro yang menyempatkan untuk datang. Jika dulu akses memutar melalui cepu membuat banyak yang enggan datang karena faktor jarak. Namun dengan adanya jembatan ini membuat banyak warga yang datang sekedar jalan-jalan dan melihat jembatan kemudian berbelanja.

Keuntungan lain adalah banyak pembeli yang selama ini mengambil produk kerajinan yang merasa diuntungkan karena jarak tempuh yang lumayan terpangkas. Lumayan menghemat ongkos angkut.

Namun dia mengharap agar dalam waktu dekat ini Pemkab segera membuat petunjuk di jalan nasional bahwa ada sentra kerajinan ukir kayu. Linda menyarankan agar diperempatan padangan ada semacam banner atau apapun. Sehingga banyak pengguna jalan yang tahu dan akhirnya mampir.

Ternyata jembatan padangan juga menyisakan kisah unik, Sri Susilowati salah satunya yang bernadzar tak akan melintasi jembatan sebelum diresmikan. Meski ada yang berniat membayar bahkan mentraktir jika dirinya berani melintasi jembatan yang sudah jadi ini, namun dirinya tetap menolak.

Didepan humas di mengakui bahwa hati kecilnya tak ingin dia mengingkari janji yang sudah terucap. Nadzar tak melintasi jembatan sebelum diresmikan bukan karena suatu hal, namun sebagai ungkapan syukur dan bahagia akhirnya jembatan ini terwujud. Jembatan ini sudah lebih 10 tahun di sebut sebut, namun tahun ini akhirnya terwujud.

Jadi kebahagian nan luar biasa yang membuat mbak sus melontarkan janji. Demi sebuh janji ini pula dirinya lebih memilih memutar jauh hingga puluhan kilometer atau terpaksa menggunakan perahu melintasi bengawan Solo. Dia bersikukuh bahwa dirinya akan tetap menunggu peresmian jembatan ini .

Dengan mata berkaca-kaca Mbak Sus mengungkapkan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih karena jembatan ini akhirnya terwujud. Sejak awal pembangunan jembatan ini dia selalu mengucapkan terima kasih kepada para pekerja. Bentuk ucapan terima kasih ini dia wujudkan dengan tak mengganggu pekerja yang sedang bekerja. Meski banyak orang nekad dengan alasan jarak yang lebih pendek, namun Mbak Sus tetap memilih memutar atau naik perahu.

Kesetiaan itu diwujudkannya sampai saat ini, sampai peresmian secara resmi oleh orang nomor satu di Bojonegoro.

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.