Jelang Festival HAM 2016, Potret Harmonis Toleransi Antar Umat Beragama Desa Sambeng

Bojonegoro – Rabu (12/10/2016) , menjelang Festival HAM Nasional 2016 yang akan diadakan di Bojonegoro tanggal 30 November – 2 Desember  mendatang, tim panitia pelaksana yang terdiri dari staff Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) dan Komunitas Blogger Kabupaten Bojonegoro mengadakan survey di Desa Sambeng, Kec. Kasiman.

Hal ini dilakukan demi mengekspos praktik nilai-nilai pancasila yang dilakukan oleh masyarakat Bojonegoro, salah satunya yang dipraktikkan oleh masyarakat setempat Desa Sambeng. Praktik tersebut di wujudkan dalam bentuk toleransi antar umat beragama Islam dan Kristiani.

Latar belakang Desa Sambing sendiri, telah berdiri di desa tersebut GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh) sejak tahun 1976 dan GKJ (Gereja Kristen Jawa) sejak tahun 1979.  Gereja tersebut berdiri ditengah kehidupan masyarakat desa yang mayoritas beragama Islam.

“Kehidupan di desa Sambeng sangat rukun dilihat dari kebiasaan setiap hari minggu, yakni masyarakat yang beragama Kristiani beribadah secara khusyuk dan tidak merasa terganggu dengan umat beragama lain”, Ujar Bapak Kahar salah satu umat kristiani yang setiap pagi memanjatkan Do’a untuk masyarakat setempat baik umat Kristiani maupun Islam ungkapnya.

“Selama ini pun, jika Umat muslim mengadakan Hajatan dari umat Kristiani  juga pasti datang , Jika Umat Kristen ada yang meninggal Umat islam juga Ikut membantu datang ke Rumah duka, itu lah cara kami saling menghormati antar umat beragama.” tambahnya.

Di desa Sambing ini, masyarakat hidup berdampingan dan tidak memandang entah dia dari umat beragama Islam ataupun Kristen, demi menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Yang namanya kerukunan pasti ada batasan. Kalau umat Kristen merayakan natal,  orang islam menghormati nya dan begitu sebaliknya.  Jika umat Islam yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Idul Adha,  dari umat Kristiani ikut meramaikan dengan cara mendatangi saudara yang beragama Islam. Jika saudara kita ada yang mau berangkat Ibadah Haji , umat Kristen ikut membantu jadi Panitia. Keberagaman inilah yang merupakan suatu Keindahan” Ujar Pak Hadi, salah satu tokoh masyarakat dari umat muslim desa sambeng.

Kerukunan antar umat beragama Desa Sambeng yang terjalin ini. Tak luput juga ditopang oleh Bapak Jimin , selaku Kepala Desa Sambeng tersebut.

sewaktu awal menjabat sebagai kepala desa, beliau mengaku agak bimbang karena seringkali mendapat undangan dari Umat Kristiani untuk menghadiri acara di Gereja. Kemudian beliau mendapat nasehat dari tokoh masyarakat desa.

Jenengan sebagai Kepala Desa wajib mengayomi semua warga beragama baik muslim maupun non muslim“, Ujar Bapak Jimin, mengungkapkan nasehat yang ia dapat ketika awal menjadi kepala Desa Sambeng.

Beliau juga berharap hubungan antar umat beragama di Desa Sambeng menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang.

“Mudah – mudahan kedepannya, menjadi lebih baik lagi hubungan antar umat beragama ini” , tambahnya.

Di akhir acara, selaras dengan yang diutarakan oleh Kepala Desa Sambeng,  Kapolsek Kec. Kasiman, AKP Ridwan juga berpesan agar kerukunan antar umat beragama di Desa sambeng bisa lebih baik lagi.

“Mari kita tingkatkan bersama toleransi antar umat beragama di Desa Sambeng yang sudah baik ini dan mestinya harus lebih baik lagi” , Ujarnya.

Oleh : Rivaldy/Rizal – Komunitas Blogger Bojonegoro

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.