Ekspedisi Kyai Samin

Jika Mpu Prapanca dengan “Pupuh Negarakertagama” bisa menceritakan lika-liku kehidupan Majapahit, maka saya ingin meniru kiprahnya dengan membuat buku “Ekspedisi Kyai Samin” ini.

Meskipun belum bisa dikatakan sempurna, setidaknya buku ini bisa lebih membuka wawasan tentang sejarah, kondisi, dan ajaran masyarakat Samin.

Bahwa pelabelan masyarakat Samin adalah komunitas masyarakat yang “bodoh” dan selalu berkonotasi negatif, setidaknya dengan membaca buku ini Anda akan mengkaji ulang statemen tersebut.

Di zaman kolonialisme, Samin dan para pengikutnya sukses membuat Belanda kocar-kacir. Dengan mengusung konsep perlawanan anti kekerasan, Samin berhasil meraup simpati banyak orang, terbukti dalam waktu yang relatif singkat pengikut Samin sudah mencapai ribuan orang dan tersebar di wilayah Bojonegoro, Blora, Pati, Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.

Hingga pada ahirnya, karena di anggap membahayakan pihak Belanda membuang Samin ke Sawahlunto Padang Sumatra Barat dan mbah Samin pun menghabiskan sisa hidupnya di sana.

Masyarakat Samin menapaki hidup penuh dengan kearifan, ajaran luhur, dan budi pekerti. Harapan saya, kelak buku ini bisa menjadi salah satu saksi sejarah bahwa masyarakat Samin pernah ada dan memiliki kontribusi besar bagi Indonesia.

Oleh : Verdi Indra Satria

Baca Juga Dari Penulis

Comments

Loading...