Bupati Yang Rendah Hati

Bupati yang rendah hati yang kadang melenceng dari SOP. Pengalaman pribadi saya datang bertamu ke rumah Bupati atau lebih tepatnya pendopo Bupati.

Saya melapor ke piket biasanya ke Satpol PP. Saya memberi tahu mau bertemu Pak Bupati. Saya heran tidak ditanya keperluan nya apa, sudah janji atau belum, nama bapak siapa, mana identitas diri, apalagi melewati pintu detektor, hanya di beri tahu mohon di tunggu Pak, bapak Bupati sedang acara di luar sebentar lagi juga datang. Mereka menawarkan mau menunggu di pendopo atau disini jawab mereka.

Dalam hati saya bertanya tanya, kok teledor para piket ini, bukankah biasanya para Satpol PP ini galak – galak. Aku mau laporkan sama Pak Bupati, begitu aku bertemu Pak Bupati, aku cerita atau lebih tepatnya melapor, mengapa para piket tidak melaksanakan SOP, dan tidak ada identitas diri saya yang mereka tahan di lihatpun tidak, beliau jawab, itulah SOP nya. Lah saya kan dari luar kota bawaannya banyak, apa tidak perlu di curigai itu bahan peledak, bupati hanya menjawab dengan senyuman.

Selanjutnya saya dijamu oleh Pak Bupati di ruang makan, ternyata silih berganti ada masyarakat yang mengantarkan aneka makanan, buah-buahan dll.

Aku tambah penasaran dengan Bupati yang satu ini, aku tanya dengan pertanyaan yang sangat Ekstrem, Pak maaf, beribu kali maaf jika pertanyaan saya ini tidak sopan, apa Bapak tidak takut diracun, mau memakan makanan yg diantar kan oleh warga, Beliau bukannya menjawab tapi tertawa ngakak, ada-ada saja pertanyaan mu Ril.

Saat itu saya makan gulai ayam kampung khas Bojonegoro, masyarakat Bojonegoro harus bersyukur punya Seorang Bupati yg inspiratif, yang tidak ada pemisah antara warga dan Bupati, luar biasa. (Syafril Ril)

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.