Ada yang khas dari Kopi Bojonegoro

kopi bojonegoroKopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi.Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan,karena pada awalnya kopi digunakan sebagai minuman berenergi tinggi.Kata qahwah mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah menjadi koffie dalam bahasa Belanda,kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal hingga saat ini.Kopi pertama kali ditemukan oleh bangsa etiopia di Benua Afrika sekitar 3000 tahun yang lalu.Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia.

Di Indonesia sendiri kopi sudah menjadi tradisi dan budaya yang turun temurun diwarisi.Bahkan tiap tahunnya Indonesia telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi.Uniknya di Indonesia aktifitas ngopi atau minum kopi bersama-sama justru lebih populer daripada hanya sekedar minum kopi sendiri dirumah.

Berbicara keunikan atau kekhasan, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan kopi.Mulai dari kopi luak,kopi joss dari Jogja,kopi ijo dari Tulungagung, dan bahkan tetangga kita Blora juga memiliki kopi yang khas yaitu kopi santan. Lalu bagaimana dengan daerah kita sendiri Bojonegoro? Apakah kita juga mempunyai kopi yang khas ? Jika kita mau mengamati,jawabnya adalah iya kita punya.

Kebiasaan ngopi di Bojonegoro bisa dikatakan sangat tinggi. Ini bisa kita lihat dari banyaknya warung kopi di Bojonegoro. Dia alun-alun sendiri yang notabenya adalah pusat kota,hampir setiap hari tidak pernah sepi dari akatifitas ngopi. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan ngopi bukan monopoli kota-kota besar saja,tapi juga merambah kota-kota kecil seperti Bojonegoro. Bahkan nilai-nilai cangkruk/nongkrong sangat kental di Bojonegoro. Jika kita amati kekhasan kopi di Bojonegoro justru ada pada cangkirnya yang sangat kecil dengan tinggi hanya 5cm dan berdiameter 7cm. Bisa kita bandingkan dengan kopi didaerah lain. Misalnya di Malang atau di Surabaya,sulit kita menemukan sajian kopi dengan cangkir yang kecil seperti di Bojonegoro, mungkin yang banyak kita jumpai disana hanya kopi dengan cangkir ukuran tanggung. Bahkan ada pengalaman menarik saat saya ngopi di Sidoarjo. Saya sangat kaget begitu melihat kopi disajikan dalam gelas besar seukuran gelas es degan. Dalam hati saya bercanda “wah iki nek ning Bjn iso dadi 3 cangkir ki,,,hehehe”. Spontan saya langsung komplain ke penjual kopi,eh malah si penjual kopi ngira saya dari jawa tengah,padahal di jawa tengah sendiri juga sulit menemukan cangkir kopi kecil seperti di Bojonegoro.

Lalu apa sih yang khas dari cangkir mini tersebut ? Tentu jika suatu daerah mempunyai keunikan yang jarang ditemukan didaerah lain bisa dikatakan itu merupakan sebuah khas daerah tersebut. Jelas ada pesan dibalik kecilnya cangkir kopi di Bojonegoro. Dapat diartikan bahwa dengan cangkir mini tersebut tentu akan mengurangi porsi kopi, Sehingga akan memberikan porsi yang lebih kepada penikmat kopi untuk nyangkruk atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan teman ngopinya. Bisa kita bayangkan jika kita ngopi dengan cangkir kopi seukuran gelas es degan,mungkin kita bakal lebih sibuk minum kopi-nya ketimbang nongkrong dan ngobrol.Disinilah sebenarnya letak kekhasan kopi di Bojonegoro yaitu dengan lebih mengedepankan nilai-nilai cangkruknya. Tentu bukan barang yang aneh lagi kita melihat teman ngopi kita yang nongkrong semalam suntuk hanya dengan secangkir kecil kopi saja. Walaupun kopi di Bojonegoro lebih mengedepankan nilai-nilai cangkruknya namun juga tidak bisa dikatakan bahwa kopi Bojonegoro sudah melupakan cita rasa. Bila membicarakan cita rasa justru Bojonegoro sangat kuat dengan kopi kothok-nya yang memiliki ciri khas kuat dan cita rasa yang tinggi. Walaupun belum ada hak resmi mengenai kopi kothok asli Bojonegoro.

Itulah sebenarnya kopi khas Bojonegoro,dengan cangkir yang kecil nan cantik,dengan nilai-nilai cangkruk yang sangat kental namun tidak mengurangi esensi cita rasa itu sendiri. Dengan Jumlah penduduk 1,17juta jiwa tentu banyak potensi sumber daya yang dapat diserap dari keberadaan warung kopi. Karena sebagian warganya yang lebih memilih warung kopi sebagai ruang sosial yang banyak digemari. Pemerintah sendiri harus peka akan kegemeran warganya,sehingga perlu ada perhatian kepada warung-warung kopi dengan lebih memberdayakan dan meningkatkan kapasitas warganya yang gemar ngopi. Apalagi akhir-akhir ini banyak anggapan miring mengenai kegiatan ngopi. Banyak sekali orang tua yang melarang anaknya untuk ngopi. Justru inilah saatnya kita membuktikan bahwa tidak selamanya kegiatan ngopi adalah kegiatan yang tidak berguna. Karena edukasi sendiri tidak hanya bisa kita lakukan di sekolah atau di kampus tapi juga di warung-warung kopi,bahkan pemikiran cemerlang dan ide-ide gila malah banyak muncul di warung-warung kopi.

Tidak ada yang salah dari kebiasaan ngopi. Kita tidak bisa menyalahkan budaya dan tradisi,karena budaya dan tradisi sendiri berasal dari norma-norma masyarakat yang diciptakan oleh masyarakat sendiri. Kita lah generasi muda yang harus mengeksplorasi dan melestarikan budaya dan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita.Walaupun hanya secangkir kopi kecil tapi itu sangat bermakna bagi kita.Jangan sampai kita baru menyesal ketika budaya dan tradisi kita sudah diklaim oleh negara lain.

Salam Cangkir Kopi

By : samith

Baca Juga Dari Penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.